Inilah Tujuh Tokoh yang Sempat Menyuarakan Penundaan Pemilu 2024 dan Perpanjangan Masa Jabatan Presiden - Mediapolisi.id
LIPUTAN UTAMA

Inilah Tujuh Tokoh yang Sempat Menyuarakan Penundaan Pemilu 2024 dan Perpanjangan Masa Jabatan Presiden

Foto (istimewa)

Jakarta – Wacana penundaan Pemilu 2024 dan perpanjangan masa jabatan presiden menuai polemik hingga menjadi isu utama dalam Demo 11 April para mahasiswa di berbagai wilayah.

Wacana ini sebelumnya telah dilontarkan oleh beberapa tokoh. Seperti dilansir dari kompas.com, Selasa, (12/04/2022) berikut beberapa tokoh yang sempat menyuarakan penundaan Pemilu 2024 dan perpanjangan masa jabatan presiden.

1. Muhaimin Iskandar Ketua Umum Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) ini secara terang-terangan mendukung dua wacana itu. Bahkan, ia mengeklaim memilik big data sebagai justifikasi untuk menunda Pemilu 2024. Menurutnya, penundaan pemilu ini diperlukan agar momentum pertumbuhan ekonomi tidak terganggu oleh pemilu.

2. Airlangga Hartarto Meski tak secara langsung mendukung pemilu, Airlangga menyebut telah menerima aspirasi masyarakat terkait penundaan pemilu ini dan perpanjangan jabatan presiden. Airlangga menerima aspirasi dari petani di Kabupaten Siak, Riau, yang ingin pemerintahan Jokowi berlanjut sampai tiga periode pada akhir Februari lalu.

3. Zulkifli Hasan Ketua Umum PAN Zulkifli Hasan juga menjadi salah satu tokoh yang sempat mendukung wacana penundaan Pemilu 2024. Ada lima faktor yang mendasarinya, yaitu pandemi Covid-19, kondisi ekonomi belum stabil, perang Rusia-Ukraina yang bisa menyebabkan tidak menentunya harga minyak dunia, membengkaknya anggaran Pemilu, dan tertundanya program-program pembangunan nasional imbas pandemi.

4. Luhut Binsar Pandjaitan Sama seperti Muhaimin, Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi (Menko Marves) Luhut Binsar Pandjaitan mengeklaim bahwa dirinya banyak mendengar aspirasi rakyat soal penundaan Pemilu 2024. Menurutnya, banyak yang menyatakan bahwa kondisi saat ini relatif tenang tanpa pergantian kepemimpinan, sehingga pemilu dikhawatirkan mengubah situasi politik saat ini.

5. Bahlil Lahadalia Menteri Investasi Bahlil Lahadalia juga beberapa kali pernah berbicara mengenai wacana penundaan Pemilu 2024. Menurutnya, penundaan pemilu baik untuk memberikan kepastian investasi. Dengan catatan, dilakukan secara komprehensif dan sesuai mekanisme undang-undang yang berlaku.

BACA JUGA :  Saksikan Rekonstruksi, Kompolnas Sebut Laskar FPI Sejak Awal yang Serang Polisi

6. M. Qodari Direktur Eksekutif Indo Barometer M Qodari awal tahun ini menyuarakan ide wacana memasangkan Jokowi dan Prabowo Subianto pada Pemilu 2024. Alasannya, ia optimis pasangan ini mampu menekan polarisasi di tengah masyarakat.

7. PSI Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi (Menko Marves) Luhut Binsar Pandjaitan mengeklaim bahwa dirinya banyak mendengar aspirasi rakyat soal penundaan Pemilu 2024. Namun, mereka mendukung Jokowi kembali menjadi presiden. Menurutnya, PSI sebagai pencinta dan pengagum Jokowi tentu akan mendukung mantan Gubernur DKI Jakarta itu memimpin Indonesia kembali. (Adr)

 

Related posts

Hadiri MKNU di Bogor, Haji Lulung : NU Adalah Ruh Saya

redaksi

Hari Terakhir Masa Kampanye Pilkada, Menko Polhukam Minta Tim dan Paslon Tetap Tertib

redaksi

Gelar Apel Kasatwil, Kapolri Berikan Arahan Tegas Keseluruh Jajaran

redaksi

Leave a Comment